Laman

Senin, 29 Desember 2014

Bukti Cinta pada Yang Kuasa

Berapa kali aku menyakitimu setiap hari?

Apakah sakit?
Sakit sekali?

Maaf, bukan kehendak hati
Tapi harus kulakukan sebagai bukti cinta
Pada yang Maha Kuasa

Ketahuilah,
tiap dirimu tersakiti
hati ini lebih tercabik, sakit

Jangan bersedih
Ku mohon
Jangan tersakiti

Kamis, 25 Desember 2014

Syahadat sampai mati

Asyhaduallaa ilaahailallaah, wa asyhaduannaa muhammadar rosulullaah..

Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah, dan nabi Muhammad adalah utusan Allah..

Allah, segala jiwa dan raga kami, adalah milik Engkau
Kami serahkan seluruhnya kepada Engkau
Kami jual harta dan diri ini untuk berada di jalanMu
Dengan semurni-murni keimanan

Allah,
kami adalah hamba yang melemah dan bodoh
tak menau apa-apa, melainkan yang Engkau ajarkan
kami adalah hamba yang penuh khilaf
setiap saat berkesempatan membuat dosa

Dengan segala ketawadukan dan penuh pinta
dengan segala penuh harap dan cemas
kami tengadahkan tangan, memohon ampunanMu
Ya Ghoffar

Janganlah Engkau hukum kami karena kesalahan kami
Ampuni kami atas kelalaian kami
Janganlah Engkau tinggalkan kami barang sedetik
Maafkan kami, atas kebodohan kami

Jauhkanlah kami dari tergolong ke dalam orang-orang yang
kafir, munafik, musyrik, sombong, kikir, dan dr segala penyakit hati yang ada dalam dada

Hingga ajal menjemput
izinkan kami berjuang di jalanMu ya Allah
sungguh, izinkan kami
Ampuni kami
Izinkanlah kami mati dalam keadaan islam di jalanMu
Husnul khotimah
aamiin

Rabu, 24 Desember 2014

Ia datang karena Allah, lalu bagaimana kan berlalu?

Kadang, aku berpikir dia adalah yang terbaik
Ntah kah masih ada orang setulus itu
Ntah kah ada yang sebesar itu memberi
Ntah kah ada yang lebih mengerti daripada dirinya

Pasti ada
Tentu ada

Hanya saja,
Allah menggetarkan hati ini padanya
Dalam tiap kata yang dimainkan
Dalam tiap canda pelipur lara
Dalam tangis dalam tanya
Semua

Dan pada akhirnya,
Hal itu lagi yang menyandung

Andai dia tau, kenapa aku berlaku demikian
Besar harapku
Hanya saja, ini takkan berjalan
Sesuai rencana

Jika bukan ia, tolong jauhkan kami
Jangan sakiti hatinya dan kirimkan dia seorang yang lebih baik
Kuatkan kami, dan gantilah dengan yang terbaik
PilihanMu

Dalam senyap, butir2 jatuh
Berserakan aliran
Tersayat oleh sepenggal tanya
Anggap saja itu kode

Orang tau kan kriteria mama?

Allah tau bagian terlemah hambaNya
Dan disanalah pusat ujiannya
Jika lulus, beruntunglah ia
Jika gagal, perbaiki lagi dengan semua kesempatan yang ada



Minggu, 21 September 2014

Dunia Kukejar, Tuk Menggapai Akhirat

Waahhh, besok menginjak 1 minggu melewati masa-masa per-coass-an. Ahaha.
Memasuki minggu ke-2 dari 2 tahun.
Wow!!! Lama yaaa..

15 Septemeber 2014..
Untuk pertama kalinya, aku mendapati diri sebagai dokter muda di RSUD AA Pku. Senang, takut, kosong, hampa, bingung. Rasa es teler pokoknya. Campur aduk.

Udah melewati operasi dan didiamin dokter konsulen di depan semua yang lagi ikut operasi..
Udah melewati visite dan dimarah-marahi dokter di depan pasien..
Udah lari-larian buat ngejar waktu..
Udah bikin status pasien dan tugas..

1 minggu berlalu, dan sudah sebanyak itu..

Kata orang, coass bisa membuat futur
kata orang, coass sangat menonjolkan egoisme
kata orang, semua sifat buruk keluar saat coass

Allah, 2 tahun itu waktu yang lama di dunia. Tapi dibanding akhirat, tak ada apa-apanya. Allah, lindungi kami, jauhkan dari hal-hal yang demikian.
Ridhoi dan lancarkanlah urusan kami, agar dapat selesai tepat waktu.
Bimbinglah kami, agar tetap berada di jalanMu, jangan biarkan kami menjauh walau sejengkal ya Robb.
Berkahilah dan jadikanlah apa-apa yang kami kerjakan ini, berguna untuk dunia dan akhirat. Aamiin..



Jumat, 12 September 2014

Lagu itu,, menyentakku

Tepat pada hari itu. Minggu, 7 September 2014.

Aku mencoba berlaku biasa dalam kerumunan itu. Karena sebuah undangan, karena sebuah janji, dan karena keseganan. Aku mencair dalam suasana, larut dalam pembicaraan. Karena begitulah aku. Dengan mudahnya, bisa masuk ke berbagai kalangan. Subhanallah, ini anugrah yang diberikan Allah. Semoga aku bisa memanfaatkan dengan baik anugrah ini.

Jelas ku dengar, godaan-godaan menghampiri kami. Aku sudah sangat terbiasa dengan kondisi ini. Hingga salah satu berucap padaku, "kami mendoakan semoga ke arah yang serius, seperti permintaan". Membuatku kaget dalam hati seketika.

Bahasa lain yang mendarat di telingaku, "duluan saja, kan ririe telah selesai. Kami menyusul saja". Lagi-lagi aku tersentak.
Semua orang disana pun tahu, bahwa aku telah selesai. Tetap dengan berbagai godaan-godaan lainnya.

Tiba saatnya. Namanya dipanggil untuk menyumbangkan sebuah lagu. Lagu yang seketika membuat hatiku bergetar dan merinding. Hampir tak bergeming. Apalagi saat matanya tepat menghujam mataku, saat mengucapkan lirik-lirik itu. Apakah itu tertuju padaku?

Akhirnya ku menemukanmu...

Kuberharap engkaulah
jawaban segala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku

Bila nanti kusanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku
dan bila nanti engkau telah disampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku

Allah, apakah itu tertuju padaku?
Apakah sedalam itu perasaannya?
Apakah setinggi itu harapan dan cita-citanya?
Apakah memang dia, orang yang Engkau kirimkan untukku?
Apakah aku memang untukknya?

Aku tak ingin mengecewakan hatinya, ya Allah
Aku tak ingin dia sakit ya Allah
Aku pun tak ingin hati ini terluka ya Robb
Jika bukan begitu jalannya
Dan Engkaulah yang tau, mengapa aku berpikiran demikian

Jika bukan aku, maka kirimkanlah wanita terbaik untuknya Ya Allah
Yang sungguh-sungguh ikhlas menjadi rusuknya
Dan berilah aku pengganti yang terbaik, yang dapat menjadi imamku

Jika memang jalannya, maka bantulah kami memperolehnya dalam balutan iman dan islam, ya Malik
Allah, hingga tiba saat itu.. Aku titipkan seluruh hatiku padamu.
dan jagalah hatinya, berilah petunjuk pada kami Ya Allah. Aamiin

Jumat, 08 Agustus 2014

Tawakal pada-Mu

Kadang kala aku berpikir dan berada pada lokus minorus dari keberanian dalam berkehidupan..
Kadang aku berputus asa terhadap apa yang telah ku lakukan.
Mungkin saja itu teguran, atau barangkali hukuman akibat kelalaian dalam beribadah.

51:56
Tujuan hidup manusia dan jin, hanya untuk beribadah saja..
31:22
Berpegang pada tali (buhul) Allah dengan cara berserah diri pada Allah dan melakukan kebaikan..

Aku ingin sekali menjadi orang yang bermanfaat untuk tempat ini. Namun, beberapa oknum tak melihat hasil usahaku. Tak mengenggap aku mencoba berusaha. Karena apa? Karena belum tampak hasilnya?
Apakah keberhasilan itu dinilai dari hasil? TIDAK!!!
Proses yang menentukannya. Bukan hasil. Jikalau saja hasil, sungguh tak berhasil para Nabi yang hanya memiliki sedikit pengikut.
Karena Allah menilai kesungguhan hati dan usaha kita serta tawakal padanya.
Tetap saja, tak jarang hal ini menjatuhkan ghirohku..

Aku hanya berdoa dan memotivasi diri : Bahwa apapun yang aku lakukan, haruslah semata-mata hanya karena Allah. Terserah apa yang dipikirkan orang lain, berhasil atau tidaknya aku, Allah yang tau kesungguhanku.

Aku selalu bersyukur untuk nikmat yang Allah limpahkan kepadaku, atas tiap kelebihan yang aku miliki. Walaupun, selalu saja ada yang tak menghargainya.
Apapun yang aku lakukan, belum cukup. Aku dianggap tergantung kepada adik-adikku.
Kadang, merasa bahwa aku tak layak dan tak mampu mebahagiakan mereka.
Tak ada yang dapat mereka banggakan dari diri ini.

Aku selalu saja memotivasi dan menghibur diri : bahwa selalu banyak cara untuk membanggakan mereka. Tiap orang punya caranya masing-masing. Aku hanya harus tau bagaimana caranya, secepat mungkin.

Sering sekali terlintas dalam benak, kenapa orang-orang begitu mudah bersuuzon dan sulit menghargai usaha org lain. Mungkin saja, aku yang bersuuzon pada mereka, atau usahakuyang belum maksimal sehingga tak tampak apa-apa oleh orang lain.

Astaghfirullah.. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa ini..
Semoga dijauhkan dari rasa berputus asa, dari berburuk sangka, dari kufur akan nikmat, dari kelemahan dalam istiqomah, dan dari riya' terhadap ibadah.. Aamiin ya Allah.

Tanpa Allah, tak ada suatu apapun yang menolongku..

"Ya Robb, berikanlah jalan keluar dan kemudahan dari tiap-tiap hal yang membuatku sedih dan susah, baik perkara dunia maupun akhirat. Berilah aku rezeki dari arah takdisangka-sangka. Ampunilah dosaku. Mantapkanlah pengharapanku hanya pada-Mu, dan jauhkan harapanku kepada selain Engkau. Engkau Maha Mengetahui, Maha Bijaksana"
Aamiin

Sabtu, 02 Agustus 2014

Liburan dan lebaran

Holidays?
Apa yang kalian pikirkan tentangnya?
Mungkin saja, jalan-jalan..
Barangkali, wisata kulinernya..
Atau, menjelajahi tempat-tempat baru yang mengasyikkan..
Bagaimana dengan menghabiskan waktu bersama keluarga?
Atau hanya di rumah saja?

Hari ini adalah H+5 setelah lebaran idul fitri. Mudik telah menjadi hal yang lumrah dilakukan. Baik dalam mengisi liburan ataupun sekedar bersilaturrahmi.
Aku pun demikian.
Hanya saja, tiap orang memiliki cara tersendiri dalam memaknai holidays dan lebaran. Tiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengisinya.

Inti dari holidays adalah refreshing. Jika dengan berholidays tetap tidak fresh, seperti tak ada artinya holidays. Nikmatilah tiap waktu yang ada, walaupun hanya dengan berdiam diri di rumah. Lakukan yang bermanfaat and enjoy with that..

Selamat idul fitri..
Mohon maaf lahir bathin..
Mengisi lebaran dan liburan dengan kerendahan hati, memperbaiki diri untuk akhlaqul karimah. Aamiin..

Allah pasti mengerti..
Subhanallah..